Kalender menunjukkan September 2026. Sebuah maskapai nasional ingin meluncurkan rute penerbangan baru dari Jakarta langsung ke Sapporo.
Gia, seorang manajer komunikasi perusahaan, ingin memastikan bahwa informasi ini tersampaikan dengan baik dan menjangkau calon penumpang. Masalahnya, anggaran yang ia miliki terbatas, sehingga diperlukan pemilihan media komunikasi yang efisien dan tepat sasaran.
Jika Anda adalah konsultan komunikasi yang dimiliki oleh maskapai tersebut, bagaimanakah cara yang tepat untuk memilih media komunikasi?
Apa Itu Media Komunikasi?
Media komunikasi merupakan sarana atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada audiens atau penerima pesan. Media dapat menjadi penghubung antara pihak yang menyampaikan pesan dengan pihak yang menerima dan mengolah pesan tersebut. Menurut Blake dan Horalsen, media komunikasi didefinisikan sebagai saluran yang digunakan untuk mengantarkan pesan dari pembawa pesan kepada penerima pesan.
Dalam praktiknya, media komunikasi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari media cetak, audio, visual, hingga media digital. Setiap media memiliki karakteristik dan cara penyampaian yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi.
Salah satu konteks yang membutuhkan pemilihan media secara strategis adalah kampanye komunikasi. Kampanye komunikasi pada dasarnya merupakan langkah strategis untuk mencapai target tertentu. Sebab itu, memilih media komunikasi seharusnya bukan langkah pertama. Sebelum menentukan di mana pesan akan ditayangkan, perusahaan wajib memperjelas tiga hal: apa tujuannya, siapa audiensnya, dan apa pesan utamanya.
Menentukan Tujuan Kampanye
Langkah pertama adalah menentukan apa yang ingin dicapai melalui kampanye.
- Apakah perusahaan ingin membuat publik mengenal produk? (awareness)?
- Membangun reputasi dan kepercayaan publik? (opinion building)
- Mengajak audiens berinteraksi?
- Atau mendorong mereka melakukan sesuatu, seperti pembelian produk, misalnya? (purchase)
Tujuan yang berbeda membutuhkan pendekatan komunikasi dan saluran yang berbeda. Media dan saluran sendiri merupakan dua hal yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam proses komunikasi. Media merujuk pada alat atau platform yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sementara itu, saluran merupakan cara atau jalur yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada penerima, yang dapat bersifat antarpribadi maupun melalui media massa.
Pemilihan media dan saluran perlu disesuaikan dengan tujuan komunikasi, audiens, serta cara pesan ingin disampaikan. Kampanye untuk meningkatkan awareness, misalnya, tentu tidak bisa disamakan dengan kampanye untuk mendorong penjualan.
Karena itu, sebelum bertanya “Kita mau pakai Instagram atau TikTok?”, perusahaan perlu menjawab:
“Apa yang ingin audiens kita lakukan setelah melihat kampanye ini?”
Tujuan inilah yang nantinya akan membantu menentukan pilihan saluran.
Siapa yang Ingin Dijangkau?
Setelah tujuan jelas, perusahaan perlu mengenali audiensnya, atau bisa juga dikenal dengan istilah pengelompokan target audiens (khalayak sasaran) yang terbagi menjadi audiens primer dan sekunder.
Khalayak primer merupakan kelompok yang menjadi target utama komunikasi dan memiliki kepentingan langsung terhadap pesan yang disampaikan.
Khalayak sekunder merupakan kelompok yang tidak menjadi sasaran utama, tetapi tetap memiliki ketertarikan atau dapat memengaruhi pandangan maupun tindakan audiens primer.
Mengetahui bahwa audiens adalah “anak muda” atau “konsumen” saja belum cukup. Kenapa?
Hal ini menjadi semakin penting di tengah tingginya penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan Survei Internet APJII 2026, sebanyak 235,26 juta orang di Indonesia telah menggunakan internet. Dengan banyaknya masyarakat yang terhubung secara digital, perusahaan perlu memahami bagaimana audiens mencari informasi, platform apa yang mereka gunakan, dan seperti apa cara mereka berinteraksi dengan informasi tersebut.
Misalnya, kampanye yang ditujukan kepada anak muda mungkin mempertimbangkan media sosial sebagai salah satu saluran. Sementara itu, komunikasi kepada kelompok pensiunan membutuhkan media yang berbeda.
Artinya, saluran yang populer belum tentu menjadi medium yang paling tepat.
Apa Pesan yang Ingin Disampaikan dalam Kampanye?
Tujuan dan audiens kemudian membantu perusahaan menentukan pesan yang ingin disampaikan.
Pesan yang berbeda membutuhkan format penyampaian yang berbeda. Pesan yang sederhana dan mudah divisualisasikan mungkin lebih cocok disampaikan melalui video pendek. Sementara itu, pesan yang membutuhkan penjelasan lebih panjang dapat diarahkan ke situs web, artikel, atau forum diskusi.
Namun, bukan berarti pesan harus berbeda di setiap media. Perusahaan dapat mempertahankan pesan utama yang sama, tetapi menyesuaikan cara penyampaiannya sesuai dengan media dan audiens.
Dengan begitu, audiens tetap menerima pesan yang konsisten.
Jenis-Jenis Media Komunikasi
Setelah tujuan, audiens, dan pesan jelas, perusahaan dapat mulai memilih media komunikasi.
Secara sederhana, media komunikasi dapat dibagi menjadi empat kelompok melalui model PESO: Paid, Earned, Shared, dan Owned Media. Kerangka ini dikembangkan oleh Gini Dietrich dan kemudian turut dibahas dalam literatur akademik tentang strategi media dan public relations.

Sumber: spinsucks
- Paid Media: seperti iklan digital, digunakan ketika perusahaan ingin memperluas jangkauan secara terencana.
- Earned Media: seperti pemberitaan media, ketika pihak lain membicarakan perusahaan tanpa perusahaan membayar untuk pemberitaan tersebut.
- Shared Media: seperti media sosial, yang memungkinkan audiens ikut berinteraksi dan membagikan pesan.
- Owned Media: seperti situs web dan saluran resmi perusahaan, yang memungkinkan perusahaan mengendalikan informasi yang disampaikan.
Keempatnya memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, perusahaan tidak harus memilih satu media saja.
Misalnya, media sosial dapat digunakan untuk menarik perhatian, sementara situs web menyediakan informasi yang lebih lengkap. Pemberitaan media kemudian dapat membantu memperluas perhatian terhadap kampanye tersebut.
Yang terpenting adalah setiap media memiliki peran yang jelas.
Studi Kasus: Kampanye Multi-media Forum Pendidikan Internasional
Penerapan strategi multi-media ini terlihat pada salah satu kampanye forum pendidikan internasional bertaraf global yang didukung oleh #TeamO2. Untuk menyebarkan capaian positif dan narasi transformasi digital di sektor pendidikan, pesan utama diselaraskan ke beberapa saluran sesuai karakter audiensnya, seperti:
- Media Publikasi Digital (Instagram Carousel) melalui homeless media: Menggunakan format visual ringkas untuk menyampaikan fakta-fakta kunci inisiatif kepada masyarakat umum di Instagram.
- Amplifikasi Kontekstual (Platform X): Membagikan opini dan konteks pemikiran secara terstruktur bagi pengikut di platform X yang menyukai ruang diskusi berbasis teks.
- Pendekatan Personal & Visual (Video Pendek Instagram): Mengemas pesan lewat ulasan video pendek yang personal untuk memberikan sentuhan emosional dan pendekatan yang lebih dekat (relatable).
Lewat kombinasi ini, pesan utama kampanye tetap konsisten, namun gaya penyampaiannya mampu beradaptasi secara presisi di tiap platform. Pada kampanye program ini, #TeamO2 juga memproduksi siaran pers multiperspektif sebanyak 21 artikel, 28 konten media sosial pada saluran resmi kementerian mitra, serta melakukan pemantauan orkestrasi pesan kampanye dari 11 komunitas dan 2 key opinion leader selama tiga hari penyelenggaraan acara.
Manakah Media Komunikasi yang Tepat?
Tidak ada satu medium yang selalu paling efektif untuk semua kampanye.
Perusahaan dapat mulai dengan tiga pertanyaan sederhana:
- “Apa yang ingin dicapai?”
- “Siapa yang ingin dijangkau?”
- “Pesan seperti apa yang perlu disampaikan?”
Setelah itu, perusahaan dapat menentukan media yang paling sesuai untuk menyampaikan pesan kepada audiens yang dituju.
Keberhasilan kampanye bukan soal hadir di saluran yang paling ramai. Yang terpenting adalah apakah pesan tersebut sampai kepada orang yang tepat, melalui media yang tepat, untuk mencapai tujuan yang tepat.
Karena itu, strategi pemilihan media perlu menjadi bagian dari perencanaan komunikasi yang lebih menyeluruh. O2 Consulting mendampingi perusahaan dalam merancang strategi komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
Temukan lebih banyak perspektif tentang komunikasi strategis, kampanye, dan isu-isu yang memengaruhi organisasi melalui situs web O2 Consulting.
Referensi
- Partei, V. (2024, July 12). How to choose the right channels for your PR campaign. OBA PR. https://obapr.com/blog/how-to-choose-the-right-channels-for-your-pr-campaign/
- Duku, S. (2015). Mengenal kampanye komunikasi. Wardah, 14(1), 71–85. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/warda/article/view/248/205
- Zahran, Z. F. (n.d.). Pengertian kampanye: Sejarah, ciri-ciri, jenis serta pengaruhnya di media massa. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kampanye/#google_vignette
- Rochman, F. (2026, May 21). Survei APJII: Penetrasi internet di Indonesia 2026 capai 81,7 persen. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/5576225/survei-apjii-penetrasi-internet-di-indonesia-2026-capai-817-persen
- Dietrich, G. (n.d.). The PESO Model®: Paid, earned, shared, and owned media. Spin Sucks. https://spinsucks.com/peso-model/
- (n.d.). Campaign. RevoU. https://www.revou.co/kosakata/campaign
- Macnamara, J., Lwin, M., & Adi, A. (2016). ‘PESO’ media strategy shifts to ‘SOEP’: Opportunities and ethical dilemmas. Public Relations Review, 377–385. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2016.03.001
- LUMEN, Channels of Business Communication https://courses.lumenlearning.com/wm-principlesofmanagement/chapter/channels-of-business-communication/
- https://www.scribd.com/document/648939401/Pengertian-Media-dan-Saluran
- Ginanjar,P. (2026, April 25) Apa Itu Audiens? Definisi, Jenis, dan Cara Memahaminya https://blog.tempoinstitute.com/berita/apa-itu-audiens
- Badriah,S. Media Komunikasi: Fungsi, Jenis, Pengertian Menurut Para Ahli https://www.gramedia.com/literasi/media-komunikasi/