Banyak perempuan takut melakukan deteksi dini kanker serviks.
Ada yang takut mendengar hasilnya. Ada yang khawatir atau menunda pemeriksaan karena merasa belum siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di seluruh dunia.
Di Indonesia, kanker leher rahim menduduki urutan kedua kanker paling berisiko bagi perempuan. Angka ini mencapai 36.964 kasus baru pada tahun 2022 dan menjadi salah satu beban terbesar dalam pembiayaan kesehatan.
Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Serviks
Di balik kondisi tersebut, fakta penting yang perlu disadari adalah bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker yang dapat dicegah dan disembuhkan secara total apabila terdeteksi sejak dini.
Deteksi dini melalui skrining rutin mampu menyelamatkan hingga sekitar 90% potensi hidup seseorang dari risiko kanker leher rahim tingkat lanjut.
Meski begitu, 8 dari 10 perempuan masih menunda pemeriksaan, sehingga berisiko mengalami keterlambatan diagnosis dan penanganan kanker serviks.
Pada 2023, cakupan skrining nasional baru menyentuh sekitar 7% dari total populasi sasaran. Bahkan di beberapa daerah seperti Sulawesi Tenggara dan Papua, angkanya hanya berada pada 1% dari populasi wanita subur.
Rendahnya cakupan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran dan menghadirkan metode skrining yang lebih nyaman bagi perempuan.
Komitmen Pemerintah Eliminasi Kanker Serviks di Indonesia
Sebagai wujud keseriusan dalam menekan angka kanker serviks di Indonesia, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks 2023–2030.
Komitmen ini mengadaptasi pilar Strategi Global WHO 90–70–90 yang menargetkan capaian nyata pada tahun 2030 dengan penyesuaian:
- 90% anak perempuan mendapatkan vaksinasi HPV secara penuh sebelum berusia 15 tahun.
- 75% perempuan usia 30–69 tahun menjalani skrining kesehatan leher rahim menggunakan metode presisi tinggi seperti tes HPV DNA. Dalam Rencana Aksi Nasional (RAN), Kemenkes RI menaikkan targetnya menjadi 75% cakupan skrining untuk perempuan usia 30–69 tahun demi perlindungan yang lebih luas.
- 90% perempuan yang teridentifikasi memiliki penyakit serviks (lesi prakanker maupun kanker invasif) mendapatkan tata laksana pengobatan standar.
Roche melalui kampanye #AyoCekHPV turut mendukung upaya pemerintah dengan terus menggaungkan edukasi pencegahan kanker serviks serta memperluas akses layanan skrining yang praktis bagi seluruh perempuan Indonesia.
Komitmen ini juga kemudian diangkat dalam sesi Health Talk bertajuk “Own Your Health, Own Your Power: Empowering Women with Access, Choice, and Comfort to Own Their Health and Protect Their Future” pada 24 Mei 2026 lalu.
Diskusi ini menyoroti urgensi skrining rutin dan deteksi dini dalam menurunkan angka kanker serviks di Indonesia.
Membuka Ruang Aman untuk Deteksi Dini
Kolaborasi antara Prodia dan Roche Diagnostics menghadirkan layanan My HPV-Test dengan metode pengambilan sampel mandiri (self-collection). Inovasi ini memberikan keleluasaan privasi penuh bagi perempuan dalam melakukan skrining kesehatan reproduksi secara nyaman.
Metode ini memungkinkan setiap individu melakukan pengambilan sampel secara mandiri tanpa prosedur medis konvensional yang kerap memicu rasa cemas. Inovasi self-collection Roche meraih penghargaan global “Best Invention of 2024” dari TIME Magazine.
Studi percontohan bersama Kementerian Kesehatan, Jhpiego, dan Bio Farma di Surabaya membuktikan bahwa 75% target perempuan berhasil melakukan pemeriksaan mandiri.
Pemeriksaan mandiri ini memiliki tingkat akurasi sampel yang mencapai hampir 99%. Melalui metode berbasis Real-Time PCR, tes ini mendeteksi 14 genotipe HPV berisiko tinggi secara akurat.
Ketika Edukasi dan Empati Menjadi Kunci dalam Mendorong Perempuan Melakukan Deteksi Dini
Dalam isu skrining leher rahim, hambatan psikologis seperti rasa malu, cemas, dan stigma sosial acap kali ada di benak banyak perempuan di Indonesia.
Ketika dihadapkan pada situasi pemeriksaan, muncul pikiran seperti, “Ah, aku kan masih muda,” “Itu kan cuma buat yang udah menikah,” atau, “Aduh, takut banget mau periksa. Gimana kalau hasilnya positif?”
O2 Consulting menyadari bahwa penyampaian pesan pencegahan kanker serviks yang efektif harus mampu menyentuh pengalaman personal para perempuan, terutama di Indonesia.
Setelah itu, pesan mampu menerjemahkan urgensi deteksi dini ke dalam bahasa sehari-hari, serta meruntuhkan hambatan psikologis secara empatik.
Peran Strategis O2 Consulting dalam Kampanye #AyoCekHPV
O2 Consulting menerjemahkan narasi komunikasi melalui kampanye #AyoCekHPV yang dirancang melalui tiga pilar komunikasi terintegrasi untuk memastikan pesan kesehatan diterima secara tepat oleh para perempuan:
- Publikasi lintas kanal media (Media Relations dan Strategic Amplification)

O2 Consulting menjalin kolaborasi dengan Female Daily sebagai sebuah platform media terkemuka. Secara khusus, Female Daily menyajikan konten bertema kecantikan, perawatan diri, gaya hidup, dan parenting.
Selain itu, tema-tema tersebut memiliki basis komunitas perempuan urban yang luas dan terpercaya.
Langkah ini memperluas jangkauan percakapan publik guna mengubah persepsi masyarakat, sehingga skrining leher rahim dipandang sebagai bagian dari gaya hidup sehat (self-care) yang penting dan wajar bagi perempuan modern.
- Pengembangan pusat literasi digital AyoCekHPV.comO2 Consulting menyusun arsitektur pesan dan konten edukatif pada platform ayocekhpv.com. Pusat literasi digital ini berfungsi sebagai ruang rujukan tepercaya yang transparan. Selain itu, masyarakat lebih mudah memahami risiko infeksi HPV, alur skrining mandiri, hingga navigasi akses kesehatan secara mandiri.
- Kolaborasi figur publik dan pakar medis
O2 Consulting merancang kriteria pemilihan figur publik berbasis bukti (evidence-based selection) untuk menjembatani pesan klinis dengan kehidupan sehari-hari audiens perempuan di Indonesia:
- Anissa Aziza (Kreator Konten dan Ibu Muda)
Kehadirannya memberikan sentuhan personal yang ramah dan hangat. Anissa efektif meruntuhkan stigma tabu seputar organ reproduksi serta mengikis keengganan perempuan muda dalam membicarakan kesehatan leher rahim. - Bee (Pakar Kesehatan)
- Anissa Aziza (Kreator Konten dan Ibu Muda)
Menggandeng praktisi medis untuk menyuarakan keandalan klinis metode self-collection sekaligus meluruskan mitos seputar pemeriksaan HPV.
Penjelasan pakar memberikan validasi ilmiah yang memperkuat rasa percaya (trust) publik terhadap keamanan, akurasi, dan kenyamanan metode self-collection.
Kampanye #AyoCekHPV membuktikan bahwa isu kesehatan reproduksi yang sensitif membutuhkan pendekatan komunikasi berbasis bukti (evidence-based) yang mampu meminimalkan hambatan psikologis masyarakat.
#TeamO2 terus mendampingi mitra strategis, seperti dalam kolaborasi multipihak antara Roche, Prodia, jaringan praktisi medis, media gaya hidup, hingga kreator konten.
Kolaborasi ini menghadirkan edukasi isu kesehatan yang bertujuan agar pesan kampanye relevan dengan target audiens.
Dengan mengemas inovasi self-collection hingga platform digital ayocekhpv.com sebagai bagian dari gaya hidup sehat, O2 Consulting berperan menjembatani isu kesehatan publik ke dalam partisipasi aktif masyarakat demi melindungi masa depan perempuan Indonesia.
Temukan lebih banyak wawasan seputar komunikasi strategis, analisis kebijakan publik, dan manajemen kampanye isu kesehatan lainnya di o2consulting.co.id.
O2 Consulting merupakan firma komunikasi kebijakan publik yang berkomitmen sebagai mitra strategis dalam menghadirkan rekomendasi berbasis analisis data, sekaligus mengembangkan strategi komunikasi yang komprehensif; termasuk pengelolaan relasi media, perancangan kampanye, serta produksi materi kreatif lintas platform.
Referensi
- https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/en/forum-global-ke-2-eliminasi-kanker-serviks-komitmen-nyata-menuju-eliminasi-kanker-serviks/
- https://www.thinkglobalhealth.org/article/indonesias-efforts-to-lead-cervical-cancer-elimination
- National Cervical Cancer Elimination Plan for Indonesia 2023-2030 https://kemkes.go.id/id/national-cervical-cancer-elimination-plan-for-indonesia-2023-2030
- https://www.thinkglobalhealth.org/article/indonesias-efforts-to-lead-cervical-cancer-elimination
- https://nusantics.com/id/blog/is-indonesia-prepared-to-combat-cervical-cancer-with-hpv-dna-test-innovations
- https://www.kemkes.go.id/id/skrining-kanker-leher-rahim-terintegrasi-program-ckg-pemerintah-perluas-akses-dna-hpv-dan-self-sampling