Apa Itu Siaran Pers?

Siaran pers atau rilis menjadi salah satu taktik yang dapat diimplementasikan, mengingat siaran pers yang baik dapat menjadi jembatan penghubung antara perusahaan dan publik melalui media.

Bagaimana Menyusun Siaran Pers?

Pembuatan dan diseminasi siaran pers memiliki tujuan yang beragam, yaitu untuk menyampaikan informasi, membentuk opini publik, hingga membangun citra positif perusahaan. Nah, supaya siaran pers yang dibuat dapat segera digunakan oleh rekan-rekan media dan pesannya tersampaikan dengan baik kepada audiens, berikut lima (5) kiat menyusun siaran pers dari #TeamO2:

1. Tetapkan Objektif yang Jelas

Sebelum membuat siaran pers, Anda perlu memetakan objektif organisasi. Apakah untuk mengumumkan informasi tertentu, menanggapi isu, atau mengajak target khalayak melakukan aksi tertentu?

Hal ini akan memengaruhi angle berita, tonalitas, dan cara penyampaian. 

2. Identifikasi Audiens dan Media yang Anda Tuju

Setelah menentukan objektif yang jelas, Anda perlu mengidentifikasi audiens yang Anda sasar. Nantinya, ini akan menentukan ke media mana rilis tersebut akan dikirimkan. Mengingat tiap media itu unik, jangan lupa untuk memberikan informasi yang relevan sesuai kebutuhan media tersebut.


Misalnya, Anda merupakan PR dari sektor jasa finansial, ingin mengumumkan satu fitur baru yang dimiliki sekuritas Anda, dan menargetkan investor pemula. Maka, media yang akan dipilih sebaiknya berupa media ekonomi dan bisnis atau terkait anak muda.

Maka, saat pembuatan rilisnya, informasi yang sifatnya kuantitatif atau memiliki manfaat praktis untuk end-user ini nantinya perlu ditambahkan.

3. Tentukan Angle yang Kuat

Setelah memahami audiens yang dituju, pastikan bahwa informasi dibingkai secara apik. Beberapa poin yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan angle yang memiliki kebaruan, dampak, dan relevansi dengan kondisi terkini. Dengan begitu, siaran pers yang dibuat memiliki narasi yang kuat sehingga menarik minat media dan pembaca.

4. Terapkan Struktur Piramida Terbalik

Struktur piramida terbalik untuk menulis siaran pers yang dibutuhkan media

Jangan lupa, dalam penulisan siaran pers, perhatikan juga strukturnya ya!

Dalam struktur piramida terbalik, informasi paling penting diletakkan di bagian paling atas, kemudian diikuti oleh informasi pendukung dan informasi tambahan di bawah. Gaya ini memungkinkan audiens dapat menangkap informasi dalam waktu yang cepat dan singkat.

5. Perhatikan Elemen

Siaran pers perlu memiliki sejumlah elemen penting. Berikut adalah struktur yang dapat Anda terapkan

a. Status

Status menunjukkan urgensi penyampaian rilis tersebut. Posisinya di bagian kiri atas dengan tulisan italic. Contohnya:

SIARAN PERS

UNTUK SEGERA DITERBITKAN

b. Judul (Headline)

Secara ringkas, judul menggambarkan inti pesan. Setiap media memiliki regulasi yang berbeda terkait jumlah maksimal kata yang dapat digunakan di bagian ini. Mengingat keterbatasan ruang berita, usahakan untuk membuat judul yang terdiri dari hingga 10 kata.

Lalu, dalam menulis judul, agar menarik perhatian audiens, Anda dapat  menyorot subjek penting atau memasukkan angka yang relevan sesuai isi rilis tersebut. Contoh: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melaksanakan program revitalisasi pasar. Demi kenyamanan masyarakat, pasar direvitalisasi dari segi fasilitas dan tatanan kios pedagang.

Gubernur Pramono Transformasi Pasar Tradisional
untuk Kenyamanan Warga


c. Lokasi & Tanggal (Dateline)

Dalam memulai penulisan siaran pers, lokasi dan tanggal dikeluarkannya rilis perlu dicantumkan di bagian awal.

Contohnya, dalam rilis terkait revitalisasi pasar tradisional oleh Pemprov DKI Jakarta pada 06 April 2026. Maka penulisan lokasi dan tanggal untuk memulai siaran pers adalah:

Jakarta (06/04) —[dilanjutkan dengan kalimat pertama paragraf satu].

d. Teras Berita (Lead)

Di bagian ini, informasi siaran pers dipadatkan untuk memberikan informasi 5W+1H secara singkat. Adapun 5W+1H terdiri dari keterangan terkait apa, siapa, kapan, di mana, kenapa, dan bagaimana. Informasi penting terkait ini dapat ditempatkan pada paragraf pertama untuk memberikan kejelasan terkait isi berita.

e. Kutipan Utama (Golden Quote)

Setelah menuliskan informasi penting di paragraf satu, siaran pers yang baik perlu memiliki kutipan dari narasumber. Pilih kutipan yang relevan dari tokoh penting atau pejabat untuk mendulang ketertarikan audiens. Jadi, kutipan yang disiapkan sebaiknya tidak bersifat normatif, tetapi memiliki dampak utamanya bagi audiens.

Sebuah rilis biasanya memiliki setidaknya tiga (3) narasumber untuk dikutip. Hal ini menjadi acuan dan memudahkan jurnalis untuk mempublikasikan artikel terkait rilis sehingga berita yang tayang bersifat kredibel dan bukan berdasar opini semata. Kutipan narasumber dalam rilis bisa diletakkan khusus sebagai golden quote ataupun sebagai informasi tambahan di bagian isi.

f. Isi (Body)

Pada bagian isi, Anda dapat memberikan informasi tentang kegiatan atau produk dari perusahaan Anda. Dari informasi yang sudah ditargetkan, Anda dapat menuliskannya di bagian ini untuk menginformasikan hal penting kepada audiens, pastikan Anda menerapkan struktur informasi piramida terbalik. Jika rilis Anda bersifat persuasif atau mengajak, pastikan di akhir rilis Anda menambahkan Call to Action (CTA) terkait aksi yang diharapkan.

g. Penutup

Setelah selesai menulis isi siaran pers, bagian setelah paragraf akhir perlu ditambahkan keterangan bahwa rilis tersebut sudah selesai dibuat. Aturan penulisannya berada di tengah/rata tengah dan ditebalkan. Contoh:

-SELESAI-

h. Keterangan tentang Instansi/Program/Acara Terkait (Boilerplate)

Pada bagian ini dituliskan informasi yang bersifat deskriptif untuk memberikan gambaran tentang perusahaan/instansi yang menulis rilis tersebut. Umumnya, bagian boilerplate ditulis dengan tipografi yang lebih kecil daripada siaran pers. Jika siaran pers ditulis menggunakan ukuran tipografi 12 poin (pt), maka boilerplate ditulis dengan jenis font berbeda dan ukuran 2 poin lebih kecil, yaitu 10 pt.

i. Kontak Media

Bagian akhir substansial untuk memudahkan jurnalis menghubungi narahubung dari instansi terkait, jika ingin mengonfirmasi data tertentu atau menindaklanjuti siaran pers terkait. Informasi yang dituliskan adalah nama, alamat surel, dan nomor telepon.

Menulis siaran pers memang membutuhkan kepiawaian dalam menentukan strategi dan angle, tetapi jam terbang juga memberi andil besar dalam memengaruhi kualitas pesan.

Yuk, mulai berlatih menulis siaran pers dengan tips di atas untuk meningkatkan kualitas rilis Anda! Apabila institusi atau komunitas Anda membutuhkan bimbingan yang lebih dalam, O2 Consulting siap membantu lewat program pelatihan penulisan siaran pers untuk kebutuhan media.

Hubungi kami untuk aktivasi berbagai pelatihan dan program kolaborasi lainnya di office@o2consulting.co.id.